“Sebaik-baiknya air di muka bumi ialah air Zam-zam. Padanya
ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit.” [HR. Ibnu
Abbas Radhiallaahu ‘anhu]
Hai guys, sahabat Remaja Harapan, saya yakin kamu pernah
mendengar air Zam-zam? Atau kamu pernah meminumnya? Air Zam-zamadalah air yang
terdapat di Kota Mekah, Arab Saudi. Biasanya, ketika seseorang pulang dari
Mekah setelah menunaikan ibadah haji mereka biasanya membawa air Zam-zam. Tapi tahukah kamu sejarah air Zam-zam?
Sejarah Air Zam-zam
Zam-zamberawal dari kisah perjuangan Siti Hajar mencari air
untuk minum bayinya Ismail di padang antara bukit Shafa dan Marwah. Setelah
bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah ternyata air ditemukan di bawah
tendangan tumit Ismail. Kemudian,
Siti Hajar pun berteriak karena kaget dan berseru “zummi, zummi” [berkumpullah,
berkumpullah]. Inilah sebabnya
air ini dinamakan air Zam-zam. Subhanallah ya.
Selama lebih dari 4.000 tahun, sumur Zam-zamtelah diminum
sekian ratus juta manusia dan ribuan hewan, namun tak pernah kering.
Padahal air Zam-zamgratis dapat diminum sepuasnya dengan
sarana dan instalasi air Zam-zamyang menyebar ke seluruh penjuru Mekah, tetap
mengucur deras tak berhenti. Suatu
keajaiban dan berkah bagi para jamaah haji yang berkunjung ke rumah Allah.
Air Zam-zam vs Air Biasa
Dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan diketahui bahwa air Zam-zammengandung fluoride yang
memiliki daya efektif membunuh kuman dan membuat air Zam-zamseolah sudah
mengandung obat.
Perbedaan air Zam-zamdengan air sumur lain di kota Mekah dan
kota lain adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesiumnya. Kandungan
kedua mineral itu lebih banyak pada air Zam-zamyang menyebabkan air Zam-zammenyegarkan
bagi jamaah yang kelelahan.
Kehebatan lain adalah sumur air Zam-zamtidak pernah
ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur mana pun selalu ditumbuhi lumut
dan tumbuhan mikroorganisme.
Keajaiban air Zam-zam tidak tertandingi, termasuk air
termurni di Kutub Utara dan Selatan sekalipun. Hal ini dibuktikan oleh seorang
doktor dari Universitas Yokohama, Dr. Masaru Emoto. Dr. Masaru Emoto berhasil
mendapati bahwa air tersebut memiliki daya penyembuhan yang luar biasa. Subhanallah...
Dibeberkan bahwa molekul air Zam-zam merupakan molekul air
paling cantik dan indah di antara air lainnya. Emoto menjelaskan bagaimana sebuah kata yang diucapkan dapat
mempengaruhi bentuk molekul air.
Tentu saja setiap doa yang terhembus dari setiap jamaah haji
selama ini menjadikan air Zam-zamsebagai air terindah yang akan terus menghapus
dahaga rohani setiap tamu Allah di Makkah.
Air Zamzam Berbeda
dengan Air Biasa Kala Dilihat Lewat X-Ray
Air Zam-zam yang berasal dari sumber mata
air yang berada di Mekkah berbeda dengan air biasa. Air ini, bila dilihat dari
mesin X-Ray memiliki tampilan berbeda.
"Kalau dilihat tampilannya berwarna hitam, sedang air biasa atau cairan
lain berwarna orange," kata Coordinator X-Ray Garuda, Tarmidi di Jeddah,
Arab Saudi, seperti dikutip dari
Detik.com, Senin (21/10/2013).
Dengan tampilan itu, akan sangat mudah dikenali kala dilihat lewat X-Ray.
"Mungkin karena Air Zam-zam
ini banyak mengandung mineral ya. Ya ini kelebihannya, kuasa Allah," jelas
Tarmidi.
Keutamaan Air Zam-zam
1. Air Surga (maa’ul-Jannah), artinya air yang penuh berkah
dan manfaat, seperti air surga.
2. Nikmat Allah, salah satunya nikmat Allah bagi para Jamaah
haji yang langsung dapat merasakan nikmatnya air ditengah-tengah padang pasir.
3. Pencuci Kalbu, Air Pencuci Kalbu Nabi Muhammad SAW,
ketika Malaikat Jibril membasuh hati Muhammad dengan air zam zam.
4. Penuh Berkah, Karena Rasulullah SAW sering meminumnya dan
tangannya yang penuh berkah dicelupkannya ke sumur zam zam.
5. Mengenyangkan, Air yang mengenyangkan dan menghilangkan
dahaga.
6. Obat penyakit, Air penyembuh penyakit, baik penyakit
jiea, batin atau jasmani dan Rasulullah menyebutnya “ mengobati penyakit” dan
banyak kisah dan riwayat, sebagai bukti kebenaran hadist diatas.
7. Abadi, Tidak akan kering hingga hari Kiamat, karena ia
menjadi bukti keagungan dan kebenaran Allah. [berbagai sumber]

0 komentar:
Posting Komentar