Pasang Banner 217x110px MURAH 25rb/bulan (Promo)

Makna Tahun Baru Islam Buat Remaja

Senin, 04 November 2013

Makna Tahun Baru Islam Buat Remaja
SAHABAT Remaja Harapan, Insya Allah besok (5/11/2013) kita akan memasuki tahun baru yakni tahun baru 1 Muharram 1435 Hijriyah. Lantas apa makna tahun bagi kita sebagai remaja?

Sejarah Tahun Baru Islam

Sahabat remaja harapan, tahukah kamu sejarah tahun baru Islam? Tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah berawal pada masa Khalifah Umar bin Khatab.  Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para shahabat dan singkat kata, mereka pun bersepakat untuk menjadikan momentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.

Para shahabat menjadikan peristiwa hijrah nabi sebagai titik tolak awal perhitungan kalender Islam.  Peristiwa hijrah itu menjadi momentum di mana umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakui keberadaannya secara hukum internasional. Sejak peristiwa hijrah itulah umat Islam punya sistem undang-undang formal, punya pemerintahan resmi dan punya jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sejak itu hukum Islam tegak dan legitimasi, bukan aturan liar tanpa dasar hukum. Dan sejak itulah hukum qishash dan hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam/mencambuk pezina, menyalib pembuat huru-hara dan sebagainya mulai berlaku. Dan sejak itulah umat Islam bisa duduk sejajar dengan negara/kerajaan lain dalam percaturan dunia international.

Remaja dan Tahun Baru Islam

Seperti kita ketahui, momentum tahun baru Islam berawal dari hijrah Nabi Muhammad dan para shahabat dari Mekah ke Madinah. Hijrah secara bahasa artinya berpindah. Di tahun baru 1 Muharram 1435 Hijriyah tentunya kamu punya segudang harapan. Iya kan sob? Sebagai remaja tentunya kita mengharapkan hari esok lebih baik dari hari ini. Aamiin. Terus, apa makna yang bisa ambil dari momentum tahun baru Islam ini?

1. Hijrah dari kemalasan menuju semangat
Sob, kita kan remaja (ya iyalah siapa yang bilang kakek-kakek) di tahun baru ini harus berhijrah. Hijrah dari kemalasan menuju semangat. Bagi kamu yang masih malas belajar, ayo mulai sekarang kamu harus semangat. Malas sarapan pagi, ayo biasakan sarapan. Cemungut yaa... buktikan bahwa kamu remaja harapan bukan remaja bulukan,hee.

2. Hijrah dari solat bolong-bolong menuju 5 waktu
Apakah sholat wajib (5 waktu) kamu masih bolong-bolong? Kalau iya, mari kita bermuhasabah (evaluasi diri). Di tahun baru Islam ini mari kita niatkan dan tekadkan untuk merubah kebiasaan tidak baik ini. Yuk, mari kita perbaiki sholat 5 waktu kita dari yang bolong-bolong menuju sempurna 5 waktu. Aku sangat sulit untuk sholat waktu? Tenang sob, semuanya perlu proses. Bagi kamu yang baru rajin sholat magrib doang, alhamdulillah. mari kita niatkan untuk menambahnya, magrib sudah, tinggal ditambah sholat yang lain. Aku yakin kita pasti bisa untuk sholat 5 waktu. Cemungut, cemungut!

3Hijrah dari menyakiti orangtua menuju berbakti
Semuanya masih punya orangtua kan? Bagi yang masih punya bersyukurlah, bagi yang sudah tidak ada semoga orangtuanya ditempatkan di surga oleh Allah swt. Sob, sudahkah kita membalas jasa orang tua kita? Apakah lebih banyak jasa yang kita berikan ke orangtua ataukah sakit hati yang dirasakan oleh ibu bapak kita? Di tahun baru Islam ini, yuk kita maaf ke orangtua kita. Mari kita niatkan untuk berhijrah membahagiakan orangtua.

4. Hijrah dari tak punya mimpi menuju cita-cita
Apa cita-citamu? Dokter, pengusaha, guru, atau yang lainnya? Sob, banyak diantara teman-teman kita yang belum punya cita-cita. Bagi yang belum punya cita-cita, ayo segera bangun mimpi (bukan mimpi tidur ya...) untuk wujudkan cita-citamu. Gapailah cita-citamu setinggi bintang di langit.


Semoga di tahun Islam 1 Muharram 1435 Hijriyah ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Selamat berhijrah..[]

Punya Jerawat? Ini Cara Alami Menghilangkannya

Kamis, 31 Oktober 2013

Punya Jerawat? Ini Cara Alami Menghilangkannya
Jerawat di wajah
Hai sobat Remaja Harapan, apakah kamu diwajahmu ada jerawat? Sungguh begitu tak nyaman apabila ada jerawat di wajah. Kalau ada jerawat tentunya kamu ingin banget untuk ‘membunuhnya’. Iya kan? Tapi hati-hati lho, jangan sampai salah cara untuk menghilangkan bisul kecil ini. Salah sedikit mukamu akan hancur. Hih mengerikan! Saat ini banyak obat penghilang jerawat yang mengandung bahan kimia yang akan menimbulkan efek samping dalam jangka waktu yang panjang dan akan mengganggu kesehatan kamu. Bagi kita kaum remaja, jerawat musuh dalam daging, hee. So, mari kita hilangkan jerawat di wajah ganteng dan cantik dengan cara alami. Insyallah cara alami ini tidak punya efek samping yang berbahaya. 

Bagi kamu yang sayang dengan wajahmu, inilah cara alami menghilangkan jerawat di wajahmu (baca, simak dan praktekkan ya...)

Perbanyak Minum Air Putih
Sob, sebagai makhluk hidup (kamu bukan alien kan? he)tentu kita harus banyak mengkonsumsi air putih. Usahakan setiap hari kamu meminum air putih sebanyak 8 gelas. Air putih ini bermanfaat menjaga kelembaban dan kesehatan kulit kamu. Dengan begitu kulit kita akan terhindar dari jerawat.

Basahi Wajahmu dengan Wudhu
Membersihkan wajah sangat penting sob. Rajin membersihkan wajah untuk menghindari wajah kotor dan berminyak, apalagi jika anda memakai riasan harus dibersihkan. Mari kita bersihkan wajah kita dengan air wudhu, selain wajahmu bersih, insaya Allah hatimu juga akan bersih. Mantap kan?

Jangan Menyentuh Jerawat
Jangan pernah memencet jerawatmu, apalagi dengan tangan kotor. Sebab akan meningkatkan produksi sebum dan memecahkan selaput dibagian bawah kulit yang dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan jerawat yang berlebih.

Konsumsi Sayur dan Buah
Rajin mengkonsumsi sayur dan buah adalah salah satu cara ampuh untuk menghilangkan jerawat dan bekas jerawat, sebab sayuran dan buah mengandung banyak vitamin yang dapat menyehatkan kulit, terutama vitamin E yang sangat dibutuhkan kulit.

Tidur Cukup dan Teratur
Kulitmu butuh istirahat yang cukup. Dengan cukup tidur dan teratur akan membantu kulit untuk bergenerasi dan membuang racun yang berbahaya, sehingga keesokan harinya anda akan bangun dengan tubuh fit dan tampak segar.

Semoga tips ini dapat bermanfaat dan wajahmu terhindar dari jerawat. []

[Puisi] Remaja Hebat Itu No!

Rabu, 23 Oktober 2013

[Puisi] Remaja Hebat Itu No!
Oleh: Remaja Harapan

Remaja hebat itu no!
No tawuran!
Tawuran menyeramkan
Membuat permusuhan
Hingga kematian
Berlaga sok pahlawan
Tapi tak ubahnya preman jalanan

Remaja hebat itu no!
No smoking!
Smoking membuat penyakit
Badan pun menjadi sakit
Dada terhimpit
Orangtua menjerit
Karena kamu belum bisa mencari duit

Remaja hebat itu no!
No pacaran!
Pacaran membuat deg-degan
Hatimu dimainkan setan
Hati-hati perzinaan
Bisa-bisa gak tahan
Padahal belum siap ke jenjang pernikahan

Remaja hebat itu no!
No narkoba!
Narkoba merusak generasi muda
Semuanya menjadi kecanduan
Masa depan pun tak ada lagi harapan
Mimpi pun hanya sekedar angan-angan

Remaja hebat itu no!
No miras!
Minuman keras membuat hati menjadi keras
Pikiran tak pernah waras
Kelakuan menjadi beringas
Awas hati-hati kita kena imbas

Remaja hebat itu no!
No tawuran!
No smoking!
No pacaran!
No narkoba!
No miras!
Dunia, saksikan kami
Kami adalah remaja hebat yang akan mengubah mimpi
Menjadi kenyataan

Banten, 17 Oktober 2013
“menanti generasi harapan”

Air Zam-zam vs Air Biasa

Selasa, 22 Oktober 2013

Air Zam-zam vs Air Biasa
“Sebaik-baiknya air di muka bumi ialah air Zam-zam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit.”  [HR. Ibnu Abbas Radhiallaahu ‘anhu]

Hai guys, sahabat Remaja Harapan, saya yakin kamu pernah mendengar air Zam-zam? Atau kamu pernah meminumnya? Air Zam-zamadalah air yang terdapat di Kota Mekah, Arab Saudi. Biasanya, ketika seseorang pulang dari Mekah setelah menunaikan ibadah haji mereka biasanya membawa air Zam-zam. Tapi tahukah kamu sejarah air Zam-zam?

Sejarah Air Zam-zam

Zam-zamberawal dari kisah perjuangan Siti Hajar mencari air untuk minum bayinya Ismail di padang antara bukit Shafa dan Marwah. Setelah bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah ternyata air ditemukan di bawah tendangan tumit Ismail. Kemudian, Siti Hajar pun berteriak karena kaget  dan berseru “zummi, zummi” [berkumpullah, berkumpullah]. Inilah sebabnya air ini dinamakan air Zam-zam. Subhanallah ya.

Selama lebih dari 4.000 tahun, sumur Zam-zamtelah diminum sekian ratus juta manusia dan ribuan hewan, namun tak pernah kering.

Padahal air Zam-zamgratis dapat diminum sepuasnya dengan sarana dan instalasi air Zam-zamyang menyebar ke seluruh penjuru Mekah, tetap mengucur deras tak berhenti. Suatu keajaiban dan berkah bagi para jamaah haji yang berkunjung ke rumah Allah.

Air Zam-zam vs Air Biasa

Dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan diketahui bahwa air Zam-zammengandung fluoride yang memiliki daya efektif membunuh kuman dan membuat air Zam-zamseolah sudah mengandung obat.

Perbedaan air Zam-zamdengan air sumur lain di kota Mekah dan kota lain adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesiumnya. Kandungan kedua mineral itu lebih banyak pada air Zam-zamyang menyebabkan air Zam-zammenyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.

Kehebatan lain adalah sumur air Zam-zamtidak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur mana pun selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.

Keajaiban air Zam-zam tidak tertandingi, termasuk air termurni di Kutub Utara dan Selatan sekalipun. Hal ini dibuktikan oleh seorang doktor dari Universitas Yokohama, Dr. Masaru Emoto. Dr. Masaru Emoto berhasil mendapati bahwa air tersebut memiliki daya penyembuhan yang luar biasa. Subhanallah...

Dibeberkan bahwa molekul air Zam-zam merupakan molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya. Emoto menjelaskan bagaimana sebuah kata yang diucapkan dapat mempengaruhi bentuk molekul air.

Tentu saja setiap doa yang terhembus dari setiap jamaah haji selama ini menjadikan air Zam-zamsebagai air terindah yang akan terus menghapus dahaga rohani setiap tamu Allah di Makkah.

Air Zamzam Berbeda dengan Air Biasa Kala Dilihat Lewat X-Ray

Air Zam-zam yang berasal dari sumber mata air yang berada di Mekkah berbeda dengan air biasa. Air ini, bila dilihat dari mesin X-Ray memiliki tampilan berbeda.


"Kalau dilihat tampilannya berwarna hitam, sedang air biasa atau cairan lain berwarna orange," kata Coordinator X-Ray Garuda, Tarmidi di Jeddah, Arab Saudi, seperti dikutip dari Detik.com, Senin (21/10/2013).

Dengan tampilan itu, akan sangat mudah dikenali kala dilihat lewat X-Ray. "Mungkin karena Air Zam-zam ini banyak mengandung mineral ya. Ya ini kelebihannya, kuasa Allah," jelas Tarmidi.

Keutamaan Air Zam-zam

1. Air Surga (maa’ul-Jannah), artinya air yang penuh berkah dan manfaat, seperti air surga.
2. Nikmat Allah, salah satunya nikmat Allah bagi para Jamaah haji yang langsung dapat merasakan nikmatnya air ditengah-tengah padang pasir.
3. Pencuci Kalbu, Air Pencuci Kalbu Nabi Muhammad SAW, ketika Malaikat Jibril membasuh hati Muhammad dengan air zam zam.
4. Penuh Berkah, Karena Rasulullah SAW sering meminumnya dan tangannya yang penuh berkah dicelupkannya ke sumur zam zam.
5. Mengenyangkan, Air yang mengenyangkan dan menghilangkan dahaga.
6. Obat penyakit, Air penyembuh penyakit, baik penyakit jiea, batin atau jasmani dan Rasulullah menyebutnya “ mengobati penyakit” dan banyak kisah dan riwayat, sebagai bukti kebenaran hadist diatas.

7. Abadi, Tidak akan kering hingga hari Kiamat, karena ia menjadi bukti keagungan dan kebenaran Allah. [berbagai sumber]

[Puisi] Negeri Impian?

Senin, 21 Oktober 2013

[Puisi] Negeri Impian?
Oleh : Remaja Harapan

Sebuah kisah
Yang konon katanya negeri impian
Tapi sungguh malang
Rakyatnya kelaparan

Sebuah negeri impian
Yang pernah mengukir sejarah keemasan
Di masa silam
Namun kini semuanya suram
Tinggal puing kenangan reruntuhan

Negeri ini dipimpin seorang perawan
Wajahnya jelita indah rupawan
Seolah semuanya sungguhan
Namun ternyata cuma figuran kedustaan

Oh sayang sungguh sayang
Sang perawan hanya bisa menjanjikan
Semuanya terbang melayang
Bak diterjang dimakan setan

Suatu ketika negeri impian di landa badai
Sang perawan pun bimbang
Dia pun bersembunyi di balik tirai
Muka cantiknya berubah menjadi arang

Kini rakyat negeri impian pun
Berharap cemas dalam ketidakpastian
Akankah perubahan datang?
Semoga semuanya bisa dihimpun
Berubah menjadi negeri gemilang

Banten, 17 Oktober 2013
Jam 08.50 WIB
“Berharap perubahan”

Meneliti Kulit Kacang, Siswa SMA Ini Ciptakan 3 Produk

Jumat, 18 Oktober 2013

Meneliti Kulit Kacang, Siswa SMA  Ini Ciptakan 3 Produk
Jakarta - Penelitian kulit kacang yang dilakukan Nisrina Nuramalia Fathina, membuka fakta bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari kulit kacang. Siswi kelas XII SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ini menemukan setidaknya ada tiga manfaat kulit kacang.

"Dari kulit kacang, saya menemukan tiga produk," kata Nisrina pada Tempo, Jumat, 5 Juli 2013, saat ditemui di SMA Kharisma Bangsa. Hasil penelitian perempuan 18 tahun itu mendapat penghargaan medali perak dalam ajang International High School Environment Project Olympiad di Oswego, New York, Amerika Serikat, pada 16-20 Juni 2013.

Ketertarikan perempuan berkerudung ini meneliti kulit kacang terinspirasi setelah dia menyaksikan banyak orang yang menyia-nyiakan kulit kacang. Padahal konsumsi kacang di Indonesia lumayan banyak. Berdasarkan penelusurannya, angka konsumsi kacang secara nasional mencapai 1 juta ton per tahun.

Agar tidak terbuang percuma, Nisrina menjadikan kulit kacang sebagai objek penelitian supaya bermanfaat. Anak bungsu dari dua bersaudara ini pun membaca literatur guna mencari tahu apa yang terkandung di kulit kacang. Dari situ dia mengetahui kulit kacang mengandung banyak mineral, seperti kalsium, fosfor, potasium, iron, sodium, mangan, dan zink. "Kandungan mineral-mineral itu bisa digunakan sebagai elektrolit," kata Nisrina.

Lewat Penelitian Kulit Kacang, Nisrina Ciptakan 3 Produk

Dalam melakukan eksperimennya, Nisrina menghaluskan kulit kacang menjadi serbuk. Tiga gram serbuk kulit kacang itu lalu dicampur dengan 40 mililiter aquades (air penyulingan yang tidak punya voltase). Campuran ini dipanaskan dalam suhu 60 derajat Celcius. Setelah disaring dan airnya dicek menggunakan voltmeter, ternyata terukur ada listrik 0,7 volt. "Air itu bisa menyalakan kalkulator, bisa menyalakan lampu LED," kata Nisrina.

Produk kedua olahan kulit kacang adalah tabir surya. Ternyata, kata Nisrina, cairan elektrolit kulit kacang bukan cuma menghasilkan voltase listrik, tapi juga bisa menjadi produk kosmetik. Hipotesisnya dibangun dari dugaan bahwa tanaman memiliki kemampuan absorbsi sinar ultraviolet. "Saya cek cairan elektrolit itu pakai spektrometer, ternyata kandungan SPF-nya 137. Itu sebagai tabir surya alias sunscreen untuk melindungi kulit dari cahaya matahari," kata dia. Sun Protection Factor (SPF) adalah zat pelindung kulit dari sinar matahari.

Tidak berhenti sampai di situ, Nisrina juga menemukan produk ketiga. Dia memanfaatkan sisa serbuk dari proses filtrasi antara bubuk kulit kacang dengan aquades. "Itu kan ada sisa bubuk kacangnya, kalau dibuang mengotori lingkungan.Serbuk itu saya manfaatkan untuk membuat papan," kata dia.

Caranya, serbuk kulit kacang dicampur dengan lem polivinil asetat dengan perbandingan volume 2 : 1. Setiap dua ukuran volume bubuk kacang dicampur dengan satu ukuran volume lem. Meski terbuat dari kulit kacang, papan yang dihasilkan tak main-main. Berdasarkan uji di lab beton Fakultas Teknik Universitas Indonesia, kemampuan papan ini setiap 1 sentimeter persegi bisa menahan beban hingga 182 kilogram. Sementara kelenturannya setiap 1 sentimeter persegi bisa menahan beban 17 kilogram.

"Ini bisa jadi papan alternatif," kata Nisrina. Bahkan, papan dari kulit kacang ini mendapat pujian dari seorang arsitek asal Amerika. "Dia bilang papan ini bisa menjadi isolator ruangan yang bagus." ujarnya.

Sumber: Tempo

Merit Atau Pacaran?

Merit Atau Pacaran?
Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian berkesanggupan (sudah mampu) maka hendaklah menikah. Karena sesungguhnya ia (menikah) dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka berpuasalah. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya. [HR Bukhari dan Muslim]

Seorang kakak kelas saya waktu sekolah dulu, punya pacar yang kalo dari segi fisik cukup bagus. Mereka pasangan yang serasi banget. Ibarat panci dengan tutupnya. Klop. Maklum, yang cowok selain pandai di bidang akademik, ia juga terampil berorganisasi dan yang wanitanya cerdas. Dua sejoli ini setahu saya, cukup akrab dan akur. Sampe-sampe banyak teman yang meramalkan bahwa pasangan ini bakalan terus langgeng sampe ke pelaminan.

Ternyata, ramalan tinggal ramalan, mereka berpisah alias putus ketika sama-sama lulus sekolah dan masing-masing menikah dengan pasangan lain. Yah, kita emang nggak bisa meramal. Dukun sekali pun nggak bisa meramal, mereka cuma nebak. Buktinya, waktu zamannya judi nomer buntut (atau sekarang togel), banyak orang sampe bertanya ke dukun. Hmm... kalo dukun tersebut tahu nomor buntut, pasti bakalan masang sendiri, nggak bakal ngasih tahu. Tul nggak? Eh, kok jadi ngomongin dukun sih? Hehehe... iya saya cuma ingin membuat alur logika aja. Bahwa kita nggak bisa memprediksi. Intinya begitu. Jadi kalo pun sekarang semangat pacaran dengan tujuan ingin menikahinya, itu pun tetap masih gelap. Nah, pelajaran yang bisa diambil adalah kita harus pandai memilih jalur dan tentunya kudu akur bin klop dengan panduan hidup kita, yakni ajaran Islam. Setuju kan?

Ada juga sih memang, teman saya yang pacaran sejak bangku SMP sampe lulus SMU (karena kebetulan bareng terus dua sejoli itu), bahkan sampe masing-masing bekerja mereka tetap awet menjalin hubungan. Hingga akhirnya mengucap ijab-kabul di depan wali dan petugas pencatat pernikahan dari KUA. Mereka pasangan yang cukup bahagia. Model yang seperti ini juga nggak sedikit di lapangan. Mereka berhasil membina keluarga, yang saling dikenalnya sejak SMP melalui pacaran.

Tapi kenapa saya tetep ngotot ingin membahas masalah ini? Kenapa pula ingin mempersoalkan pacaran sebelum menikah? Ya, karena saya punya tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran. Memangnya pacaran sebelum menikah nggak benar? Memang pacaran nggak boleh? Memangnya kita bisa langsung menikah tanpa pacaran dulu? Memang lidah tak bertulang...(eh, malah nyanyi!).

Coba deh SMART!

Dalam ilmu manajemen dikenal istilah SMART. Apa tuh? Itu rumusan dari Specific, Measurable, Achievable, Reasonable, Time-phased. Walah, masa’ sih untuk menentukan apakah memilih pacaran atau menikah aja kudu pake istilah-istilah yang bikin ribet kayak gini?

Tenang sobat, saya mencoba mengenalkan rumusan ini karena menurut saya ini berlaku umum. Untuk tujuan apa saja. Tapi biasanya ini akan memberikan dampak yang cukup bagus untuk membuat komitmen bagi diri sendiri dan juga orang yang kita ajak membuat sebuah komitmen. Yuk, kita bahas satu per satu formula SMART ini.

Spesifik artinya tertentu atau khusus. Boleh dibilang tujuan kita harus tertentu, khusus, dan bila perlu jelas dan khas. Misalnya untuk apa kita pacaran? Tanamkan baik-baik pertanyaan itu dalam diri kamu. Sama seperti halnya untuk apa kita belajar. Tiap orang mestinya akan berbeda-beda menjawabnya karena sesuai tujuan. Ada yang pacaran mungkin sebatas ikutan tren, ada yang menjawab sekadar iseng, ada pula yang menjawab sebagai sarana mengenal pasangan yang akan dinikahi. Eh, saya kok malah ragu kalo pada usia yang masih ABG ini kita berkomitmen bahwa pacaran untuk mengenal pasangan yang akan dinikahi. Tul nggak? Menurut kamu gimana?

Jujur saja. Saya nggak nuduh, cuma saya sendiri sampe usia sekarang masih merasakan masa-masa ABG dulu, bahwa tuntutan untuk memiliki kekasih (pacar) lebih karena panas akibat dikomporin teman yang udah punya gandengan atau karena kebutuhan untuk berbagi rasa dengan lawan jenis. Tapi sejatinya, kalo ditanya tentang nikah, pasti bingung dan langsung kehilangan kata-kata. Bahkan nggak memikirkan sedikit pun, kecuali mungkin kalo yang ditanya udah dewasa ada yang langsung mantap menjawab sebagai upaya mengenal pasangan untuk menikah. Jadi intinya, kalo sekadar iseng percuma aja. Nggak punya tujuan yang jelas dan khas serta tertentu bisa berabe nantinya.

Nah, rumus yang kedua sebuah tujuan itu harus Measurable alias bisa terukur. Kalo tujuan belajar adalah untuk ibadah dan ingin mendapat wawasan, maka itu pun harus terukur. Misalnya, apa yang bisa didapatkan dari belajar. Kira-kira memuaskan nggak kalo sudah dapat sampe level tertentu yang sudah direncanakan. Ada tingkat keberhasilan yang bisa terukur. Begitu pun dengan membina hubungan seperti pacaran, bisa nggak terukur kegiatan itu. Jangan asal aja. Hubungan seperti apa yang bisa dijalin, dan tolong dinilai apakah dengan mengetahui karakter dia sudah dianggap terukur dari tujuan semula atau belum, apakah pertemuan dan kualitas curhat dianggap sebagai bentuk hasil hubungan yang bisa terukur untuk menentukan kelayakan hubungan tersebut bisa dilanjutkan atau tidak. Jadi, kalo cuma main-main dan sekadar iseng, enaknya lakukan kegiatan lain aja yang tak berisiko tinggi. Karena ujungnya mesti nggak bisa dipertanggungjawabkan.

Ketiga, soal Achievable alias dapat dicapai. Tentukan pencapaiannya. Misalnya, kalo belajar sekian minggu kita bisa apa. Kalo pacaran selama dua tahun sudah tahu apa aja dari pasangan kita. Masalah apa aja yang bisa diketahui dan kita kenal dari pasangan yang kita pacari. Tentukan target pencapaiannya. Nggak asal melakukan aja. Nah, kalo kira-kira proyek pacaran itu nggak bisa dicapai hasil-hasilnya, buat apa dilakukan. Betul ndak?

Terus tentang Reasonable itu bisa diartikan layak, pantas, dan masuk akal. Oke jika pacaran dianggap layak, pantas, dan masuk akal, tentu harus ada ukurannya dong. Apa yang membuat pacaran itu pantas, apa yang membuat pacaran itu masuk akal. Jika memang ada, coba tunjukkan kepada orang-orang. Soalnya, kalo pacaran itu dianggap sebuah proyek yang bisa memuluskan proses mengenal pasangan untuk dinikahi, maka harus jelas juga apakah ini termasuk proyek padat karya atau padat modal (idih, kayak usaha aja?). Iya, maksudnya kita kudu merinci dengan detail sebelum melakukan pacaran apakah masuk akal atau cuma proyek fiktif dan bahkan termasuk ekonomi berbiaya tinggi? Silakan dipikirin.

Nah, yang terakhir adalah Time-phased, ini artinya kita kudu menentukan tahapan-tahapan waktunya. Kapan memulai, kapan mencapai klimaks, dan kapan mengakhiri. Ini kudu jelas, bila perlu dibuat grafik supaya jelas tergambar semua urutan waktunya. Kayak kalo kerja di bidang penerbitan media massa, pasti ada urutan waktu: mulai dari rapat redaksi, membagi tugas kepada para reporter, para jabrik menulis hasil kerja koresponden dan reporter, editing oleh tim editor bahasa, kapan setting, tanggal berapa naik cetak, sampe hari apa harus edar ke pembaca. Semua urutan waktu itu punya makna.

Bagaimana dengan pacaran, mungkin bisa dirinci: pada usia berapa saya berani pacaran, kapan kenalannya, dengan siapa, orang yang kayak gimana, tujuannya apa, kapan bisa mengetahui isi hati dan perilakunya, kapan bisa mengenal keluarganya, tahun berapa punya modal, kapan serius memikirkan nikah, dan kapan waktu harus menikah. Semua itu harus jelas urutannya. Jangan sampe pas ditanya sama calon mertua, “Kapan bisa menikah dengan anak saya?”, kamu jawabnya, “Ya, sekarang mah mau main-main dulu aja, Pak. Saya juga masih kuliah. Belum kerja!” Waduh, belum siap kok nekat?

Main-main terus, atau mulai serius?


Oke deh, semoga kamu paham dengan paparan formula yang saya tulis. Ini sekadar ingin ngajak kamu merenung aja. Apakah selama ini apa yang kamu lakukan dengan memilih pacaran dulu sebelum merit menguntungkan atau tidak secara ekonomi, sosial, dan juga politik (eh, secara politis orang tua itu suka kepada anak-anak yang mandiri dan bertanggung jawab, kalo cuma iseng aja atau masih perlu milih-milih dan apalagi tanpa ikatan jelas dan kuat, maka bisa meruntuhkan keyakinan dan kepercayaan mereka kepada kita. Suer!).

Sobat muda muslim, kalo dalam proyek pacaran kamu nggak bisa mempertanggungjawabkan formula SMART ini, jangan harap bisa benar pacarannya. Ini baru dilihat dari sudut pandang manajemen lho. Belum hukum Islam. Karena kalo bicara hukum, meskipun terpenuhi unsur lain, misalnya sudah sesuai formula SMART, tapi dalam hubungannya melanggar batasan-batasan yang ditetapkan Islam, maka tetap tertolak dan diberi label dosa.

Gimana, masih tetep pengen pacaran dulu? Saran saya sih, jangan dikalahkan oleh nafsu, jangan rela akal sehat dijajah gerombolan setan yang menutup mata dan hati kita dari kebenaran. Oke deh, lanjutin ke bagian berikutnya. Insya Allah soal nyari pasangan yang pas dengan formula SMART dan sekaligus sesuai syariat akan kita bahas juga. Tetep semangat![]

Di sadur dari buku: Loving You, Merit Yuk
Penulis : O.Solihin & G.Hafidz

[Puisi] Yang Kurindu

Senin, 14 Oktober 2013


[Puisi] Yang Kurindu
Kurindukan………

Sekuntum mawar dalam sebuah harapan
Mekar di pagi hari menyambut datangnya mentari
Semerbak sepanjang hari tuk meramaikan suasana taman hati
Tak layu di malam hari bersama purnama yang menerangi bumi

Kurindukan………
Sekuntum mawar dalam genggaman
Kelopaknya bukan gemerlap materi tapi kasih sayang Ilahi
Mahkotanya bukan kilauan intan permata tapi cahaya pekerti
Duri-durinya bukan kesombongan tapi pembenteng diri

Kurindukan………
Sekuntum mawar dalam keindahan
Dalam kemuliaan abadi
Dalam kesucian kasih Ilahi
Dalam kemurnian cinta hakiki

Kurindukan…………
Sekuntum mawar dalam keinginan
Sebagai teman sepanjang zaman

Kurindukan……..
Sekuntum mawar dalam lantunan do'a
Kelak kan hadir di depan mata
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Remaja Harapan - All Rights Reserved
Redesign by Ahmad Fatih Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger